PANTAI 3 WARNA YANG PENUH DRAMA

By | October 21, 2018

 

 

Kemarin saya pergi berdaharma wisata bareng teman – teman, rencana semuala adalah pantai tiga warna dan sumber maron malang.

Rencana semual kita akan berangkat menuju kota malang jam 6.15 untuk menghindari horror macetnya kota malang yang Panjang dan lama

Jam 6 semua peserta sudah berkumpul. bis pun sudah datang, jam 6.10 semua peserta sudah masuk bis dan diabsen, karena kita Bersama 20 orang peserta, setelah diabsen berdo,a akhirnya bus berangkat melewati raya porong dan belok ke jalan arteri,

Disini lah drama terjadi, salah satu teman berkomentar loh he mukidi endih, semua bingung karena di bis mukidi tidak ada, akhirnya bis menepi, teman sebelah tempat duduknya menelpon nyambung ternyata oh ternyata dia ketinggalan bus karena ke toilet

Akhirnya bus balik ke tempat semula, setelah ketemu dan naik bis semua teman diam seribu Bahasa seolah – olah tidak ada masalah

Mukidi naik bis, selama 20 menit kita ga bersuara, akhirnya MUKIDI bilang OHHH PANITIA GA TEGES BLAS  tawa kita pecahhhhh se pecah nya

Akhinya kita tanya kok bisa habis di absen kok malah turun dari bus, dia bilang dari semalam dia gag bisa BAB, tadi pas berangkat minum kopi, mungkin efek dari minum kopi tadi itulah dia kebelet BAB, setelah selesai dia keluar dan melihat bus sudah tidak ada di tempat kumpul, rencana dia mau pulang tetapi ada yang telp akhirnya dia tidak jadi pulang

Jalan selama 30 menit akhirnya kita sampai di lawang malang di sinilah horor macet di mulai, kita terkena macet dari mulai stasiun lawang hingga pertiga karang lo selama hampir 2,5 jam kita terkena macet, jadi kalau kawan mengarah ke arah malang lebih baik pagi sekalian atau kalau engga malam – malam sekalian untuk menghindari macet di kota malang

Jam 11 siang kita sudah sampai di lokasi di sini drama kedua di mulai, rencana kita mau makan Bersama – sama setelah semua di keluarkan dari bagasi bis di tata sedemikian rupa ternyata oh ternyata nasi yang sudah disiapkan ketinggalan di mobil panitia yang di tinggal kantor MUKIDI LAGI – LAGI BILANG OHHHHHHHHHHHHH PANITIA GA TEGES

Akhirnya kita beli nasi dari warga sekitar yang berbaik hati memberikan nasinya kepada kita yang udah kadung kelaparan, akhirnya kita berangkat ke pantai 3 warna

 

 

Sejanak saya mengingat – ingat pantai 3 warna ini sederetan dengan tempat pelelangan ikan dan pantai gatra, tahun 1998 – 1999 saya pernah kesini pas jaman masih ikut pramuka,

Drama ketiga di mulai saya sudah bilang kalau ga kuat mending naik ojek karena kita aga jauh masuknya, naik lah ojek yang di patok 5 ribu, memang aga jauh ke titik pantai ini, satu demi satu para rombongan naik ojek tibalah di pos 1, di pos satu sepeda motor tidak boleh masuk karena area ini steril dari kendaraan

 

Berjalan kita di pos dua, di pos dua kita di data rombongan di pecah menjadi 3 bagian setiap 1 rombongan 10 orang dan ada 1 pemandu, di pos 2 ini semua barang bawaan di periksa dan di tulis yang bisa menjadi sampah dari mulai minuman hingga pembalut lagi – lagi mukidi nyeletuk KAPOK KOEN PELBALUT MU DI PERIKSO wakekekek akhirnya semua ketawa terbahak – bahak, selagi menunggu barang bawaan di data saya ngobrol sama pemandu nya, mas kalau ga salah loh ini nanti bukanya muter dan kalau ke kanan ke pantai gatra, ia memang tapi kita sudah buat jalan pintas biar aga cepat, akhirnya kita berjalan beriringan lagi ada drama mukidi hilang dia jalan duluan dilalah ternyata dia belok kanan ke pantai gatra,

 

 

 

selama perjalanan kita akan di suguhi pemandangan alam yang indah tanmana buah nanas yang sudah berbuah pohon magrove, pohon kelapa, manga, pisang dan lain lain sesekali kita bisa melihat hewan tupai dan monyet bergelantungan di pohon – pohon sesekali suara burung dan hembusan angin sepoi yang menambah merdunya suara alam ini

Sepanjang jalur yang kita lewati adalah jalur belum di beton sesekali sudah ada yang di beton setelah menempuh 1 jam an kita berjalan kaki akhirnya kita sampai di pantai 3 warna yang indah, saya pun ngobrol dengan pemandunya mas bukanya kalau ga salah loh pantai 3 warna ini hanya bisa di nikamti dari jam 8 ampai jam 11 saja, memang benar mas, mas kesiangan, ia wes lah mas encene rombongan, begitu sampai di pantai taman – teman langsung bermain dan berfoto ria

 

 

Selama 3 jam kita bersantai ria di pantai ini, akhirnya kita putuskan pulang, pemandu wisata menawarkan jasa perahu untuk kembali ke area parkir yang dekat dengan pelelangan ikan sendang biru dengan tarif 1 orang 10 ribu rupiah karena melihat kita rombongan sudah kelelahan

Berjalan ke utara sedikit menaiki bukit dan tibalah kita dermaga perahu, selama 10 menit akhirnya kita sampai di dermaga pelelangan ikan sendang biru

Selama perjalanan dari pos 2 ke pantai saya tidak melihat adanya sampah platik kecuali sampah guguran dedaunan yang mengering

Catatan dari saya kalau ke pantai ini

  1. Datanglah sepagi mungkin untuk menikmati indahnya pantai 3 warna
  2. Bawahlah konsumsi secukupnya
  3. Tidak di sarankan ke tempat ini untuk orang tua pada saat musim hujan karena jalanya masih berupah tanah
  4. Kalau tidak kepingin capek bisa lewat pelelangan ikan sendang biru naik perahu ke pantai ini
  5. Sering – seringlah bertanya ke pemandu wisata yang membantu ada ke pantai 3 warna. Karena masih minim petunjuk jalan di tempat ini\

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *